Selasa, 04 September 2012

FORMAT ACARA SIARAN TELEVISI


Format acara adalah presentasi suatu program siaran; misalnya: format talkshow, format reportase, variety show, musik, sinetron drama, acara komedi, klips video, dan seterusnya. Penata program harus jeli memperhatikan apa yang disenangi penonton, selain kapan penonton biasa duduk di depan pesawat televisi. Pola acara adalah susunan mata acara yang memuat penggolongan, jenis, hari, waktu, dan lamanya serta frekuensi siaran setiap mata acara dalam suatu periode tertentu sebagai panduan dalam penyelenggaraan siaran.
Acara siaran adalah program siaran, jadwal, rencana siaran dari hari ke hari dan dari jam ke jam. Format acara Televisi adalah sebuah perencanaan dasar dari suatu konsep acara televisi yang akan menjadi landasan kreativitas dan desain produksi yang akan terbagi dalam berbagai kriteria yang disesuaikan dengan tujuan dan target pemirsa acara tersebut. Askurifai Baksin menegaskan, Kemajuan dan keragaman program acara televisi memang menjadi hal urgen di negara kita. Program acara yang sudah ada harus dikembangkan secara baik agar televisi yang kini hampir dimiliki oleh seluruh masyaraat Indonesia tidak hanya menjadi sarana hiburan, tapi juga sarana pendidikan dan penegakan moral. Program acara televisi hendaknya tidak kebablasan, tidak menimbulkan kesan menjijikan dan nyindir. Program acara di stasiun tv seharusnya menjadi tontonan cerdas  baik secara materi maupun tampilan.
          Ada lima hal yang harus diperhatikan dalam menyiapkan program siaran televisi :
1.    Pola siaran
2.    Arahan pola siaran
3.    Perubahan pola acara
4.    Bahan program
5.    Sistem penempatan program siaran
Format acara Televisi adalah sebuah perencanaan dasar dari suatu konsep acara televisi yang akan menjadi landasan kreativitas dan desain produksi yang akan terbagi dalam berbagai kriteria yang disesuaikan dengan tujuan dan target pemirsa acara tersebut
Perbedaan antara program acara News dan Art. JB. Wahyudi dalam Askurfiai Baksin membagi menjadi dua bagian perbedaan mendasar antara Karya Artistik dan Jurnalistik
.
Karya Artistik:
1.    Sumber : ide /gagasan
2.    Mengutamakan keindahan
3.    Isi pesan bisa fiksi maupun nonfiksi.
4.     Penyajian tidak terikat waktu
5.    Sasaran : kepuasan pemirsa
6.    Memenuhi rasa kagum
7.    Improvisasi tidak terbatas
8.    Isi pesan terikat pada kode moral
9.    Mengutamakan bahasa bebas (dramatis)
10.     Refleksi daya khayal kuat
Karya Jurnalistik
1.    sumber : permasalahan hangat
2.    Mengutamakan kecepatan/aktualitas
3.    Isi pesan harus actual
4.    Penyajiann terikat waktu
5.    Sasaran : kepercayaan & kepuasan pemirsa
6.    Memenuhi rasa ingin tahu
7.    Improvisasi terbatas
8.    Isi pesan terikat pada kode etik
9.    Menggunakan bahasa jurnalistik (ekonomi kata dan bahasa)
10.     Refleksi penyajian kuat[1]
Wibowo (2007, 53-225) mengatakan bahwa format acara televisi dapat dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut : Program seni Budaya Program seni budaya termasuk produksi karya artistik dalam produksi program televisi. Ada berbagai macam materi produksi seni budaya. Secara garis besar materi produksi seni budaya dibagi menjadi dua, yaitu seni pertunjukan dan seni pameran. Yang termasuk dalam seni pertunjukan, antara lain seni musik, tari, dan pertunjukan boneka dengan segala macam jenisnya. Seni musik misalnya, dapat berupa konser musik, gamelan, jazz, konser musik klasik atau pergelaran musik daerah. Program Talk Show Program wicara di televisi, atau biasa kita sebut The Talk Program, meliputi banyak format, antara lain, kuis, interview (wawancara) baik di dalam studio maupun di luar studio dan diskusi panel di televisi. Semua memang dapat disebut Program Wicara The Talk Program.
Program Berita Dalam pengertian sederhana program news berarti suatu sajian laporan berupa fakta dan kejadian yang memiliki nilai berita (unusual, factual, esensial) dan disiarkan melalui media secara periodik. Pengertian penyajian fakta dan kejadian di dalam berita bersifat objektif. Liputan gambar dari kejadian biasanya diambil dengan memperhatikan hal-hal yang sekiranya tidak terlalu membuat shock. Namun, objektivitas semacam ini masih tergantung subjektivitas peliput.
Acara televisi atau program televisi merupakan acara-acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi. Secara garis besar, program TV dibagi menjadi program berita dan program non-berita.
Jenis program televisi dapat dibedakan berdasarkan bentuk jadi (format) teknis atau berdasarkan isi. Bentuk jadi teknis merupakan bentuk jadi umum yang menjadi acuan terhadap bentuk program televisi seperti gelar wicara (talk show), dokumenter, film, kuis, musi, dll. Berdasarkan isi, program televisi berbentuk berita dapat dibedakan antara lain berupa program hiburan, drama, olahraga, dan agama. Sedangkan untuk program televisi berbentuk berita secara garis besar digolongkan ke dalam warta penting (hard news) atau berita-berita mengenai peristiwa penting yang baru saja terjadi dan warta ringan (soft news) yang mengangkat berita bersifat ringan.
Pengaturan penayangan program televisi di sebuah stasiun televisi biasanya diatur oleh bagian pemrograman siaran atau bagian perencanaan siaran. Pada umumnya, pihak perencanaan siaran mengatur jadwal penayangan satu program televisi berdasarkan perkiraan kecenderungan menonton peminat program tersebut. Misalnya, pengaturan jadwal tayang siaran berita di pagi hari disesuaikan dengan kecenderungan peminat penonton siaran berita.
Keberhasilan sebuah program TV saat ini diukur oleh tingkat konsumsi program tersebut oleh pemirsa atau biasa disebut pemeringkatan. Pengukuran peringkat dilakukan oleh lembaga riset yang menempatkan alat bernama "people meter" pada beberapa responden.[2]

DRAMA (Fiksi)
Format acara televisi yang diproduksi dengan kreatifitas imajinasi dari kisah  drama atau fiksi yang direkayasa dan dikreasikan ulang. Format tersebut merupakan interpretasi kisah kehidupan yg diwujudkan dalam suatu runtutan cerita dalam sebuah adegan.
Adegan-adegan tersebut adalah penggabungan antara realitas kehidupan dengan imajinasi para pembuatnya.
1.      drama percintaan
2.      tragedy
3.      horror
4.      komedi
5.      legenda
6.       aksi
NON DRAMA (Non Fiksi)
Format acara televisi yang diproduksi melalui proses pengolahan imajinasi dari realitas kehidupan nyata tanpa harus diinterprestasi ulang dan tanpa menjadi dunia khayalan.
Format tersebut bukan sebuah runtutan cerita fiksi dari setiap pelakunya.
Dengan pengartian bahwa non drama adalah merupakan runtutan pertunjukan kreatif yang mengutamakan unsur hiburan yang dipenuhi dengan aksi, gaya dan musik.
1.      Talkshow
2.      Konser
3.      variety show
BERITA (News)
Format acara televisi yang diproduksi berdasarkan informasi dan fakta atas kejadian atau peristiwa yang berlangsung pada kehidupan nyata. Format ini memerlukan nilai2mfaktual dan aktual yg disajikan dengan ketepatan serta kecepatan waktu dimana sifat liputan independen sangat dibutuhkan.[3]
Perumpamaan Contoh di salah satu Stasiun Televisi di Indonesia
Jadwal Acara RCTI
00:30 Seputar Indonesia Malam
01:00 Highlight UEFA Champions League
01:30 Kemilau Cinta Kamila
04:00 Assalamu'alaikum Ustadz
04:30 Seputar Indonesia Pagi
06:00 Go Spot
07:30 Dahsyat
11:00 Intens
12:00 Seputar Indonesia Siang
12:30 Sinema Siang
14:30 Cek & Ricek
15:30 Tom And Jerry
16:00 Silet
17:00 Seputar Indonesia
17:30 Target Operasi
18:00 Mega Sinetron : ISKUL
19:30 Sinetron : Yusra Dan Yumna
21:30 Mega Konser : Rock In Dance Persembahan Nexian
23:30 BOM : Speed[4]
BAB III
KESIMPULAN

          Format acara adalah presentasi suatu program siaran; misalnya: format talkshow, format reportase, features, variety show, musik, sinetron drama, acara komedi, klips video,dan seterusnya.
Kerja kreativitas dalam memproduksi sebuah acara dikerjakan oleh sebuah tim, bukan individu. Dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni dalam memproduksi sebuah acara. Baik dalam memproduksi berita maupun jenis acara hiburan. Berita sudah tidak bisa dipungkuri, bakal diproduksi oleh setiap stasiun televisi. Eksistensi sebuah stasiun televisi di Indonesia bertolak pada sebuah sajian berita televisi. Tim News atau divisi pemberitaan mengutamakan aktualitas yang tinggi dan kecermatan. Penonton butuh berita yang aktual, faktual dan dapat dipercaya. Para jurnalis televisi beradu cepat dalam menghasilkan berita, bersaing satu tim peliputan berita stasiun televisi lain. Dalam peliputan berita dibutuhkan tim redaksi yang menjungjung tinggi integritas sebuah informasi.
Jenis program televisi dapat dibedakan berdasarkan bentuk jadi (format) teknis atau berdasarkan isi. Bentuk jadi teknis merupakan bentuk jadi umum yang menjadi acuan terhadap bentuk program televisi seperti gelar wicara (talk show), dokumenter, film, kuis, musi, dll. Berdasarkan isi, program televisi berbentuk berita dapat dibedakan antara lain berupa program hiburan, drama, olahraga, dan agama. Sedangkan untuk program televisi berbentuk berita secara garis besar digolongkan ke dalam warta penting (hard news) atau berita-berita mengenai peristiwa penting yang baru saja terjadi dan warta ringan (soft news) yang mengangkat berita bersifat ringan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar